
(2) Muhamad Parhan

*Corresponding author
AbstractThis article explores the strategic role of non-religious subject teachers in promoting religious moderation values at SMPN 1 Rengasdengklok, a school with students from diverse religious and cultural backgrounds. Using a qualitative approach and case study method, the study investigates how these teachers integrate core values of moderation national commitment, tolerance, anti-violence, and acceptance of local culture into general subject instruction. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analysed descriptively. The findings reveal that non-religious subject teachers successfully foster an inclusive and harmonious learning environment through contextual approaches, collaborative learning, and integration of local and national values. As a result, students show increased tolerance, a stronger sense of nationalism, and improved dialogical thinking. However, challenges remain, such as student intolerance, social media influence, and limited family support. Therefore, collaboration among schools, families, and communities, along with enhanced digital literacy and experiential learning, is essential to sustaining religious moderation practices. This study underscores the vital role of non-religious teachers as agents of moderation in shaping inclusive, peaceful, and patriotic student character.
KeywordsReligious Moderation; Non-Religious Teachers; Multicultural Education; Student Character
|
DOIhttps://doi.org/10.33122/ejeset.v6i2.710 |
Article metricsAbstract views : 230 | PDF views : 82 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Alfath, M., & Ubaidillah, M. (2022). Integrasi Moderasi Beragama dalam Pendidikan Multikultural di Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 8(2), 145-160.
Ardian, M., Badarussyamsi, & Damiri. (2024). Relevansi moderasi beragama Lukman Hakim Saifuddin dengan masyarakat Indonesia. Sungkai: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam, 2(2), 26–49.
Arifin, M. (2022). Peran Guru dalam Menanamkan Nilai Moderasi Beragama di Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 87-102.
Astuti, P., & Indriani, D. (2021). Pembelajaran Inklusif dan Toleransi melalui Role Play di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(1), 42–54.
Banks, J. A. (2006). Cultural Diversity and Education: Foundations, Curriculum, and Teaching. Boston: Pearson Education.
Banks, J. A. (2015). Cultural Diversity and Education: Foundations, Curriculum, and Teaching. Pearson.
Darlis & Supriatna, N. (2020). Integrasi Kearifan Lokal dan Nilai Religius dalam Pembelajaran IPS untuk Menumbuhkan Karakter Toleransi. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 30(2), 165–175.
Deutsch, M. (2006). The Resolution of Conflict: Constructive and Destructive Processes. Yale University Press.
Fauzan, A. (2022). Pendidikan Moderasi Beragama dan Dampaknya terhadap Resolusi Konflik di Sekolah. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 45-60.
Hidayat, A., & Rahman, F. (2021). Pengaruh Lingkungan Keluarga terhadap Pemahaman Moderasi Beragama Siswa. Jurnal Pendidikan Multikultural, 9(2), 98-115.
Huda, M. (2020). Pendidikan Moderasi Beragama di Sekolah: Konsep dan Implementasi. Jurnal Pendidikan Islam, 15(2), 121-138.
Kementerian Agama RI. (2020). Moderasi Beragama. Jakarta: Balitbang dan Diklat Kemenag RI.
Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Englewood Cliffs: Prentice Hall.
Lukman Hakim Saifuddin. (2019). Moderasi Beragama. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.
Mu’ti, A. (2021). Moderasi Beragama dalam Perspektif Islam Nusantara. Tafaqquh: Jurnal Penelitian dan Kajian Keislaman, 9(1), 15–30.
Nurhadi, A. (2023). Moderasi Beragama: Pandangan Lukman Hakim Saifuddin terhadap Kehidupan Beragama di Indonesia. Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 23(1). Retrieved from https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/islamika/article/view/2375
Parhan, M., Nugraha, R. H., & Islamy, M. R. F. (2022). Model of religious moderation in universities: Alternative solution to liberal, literal and radical Islam. Edukasi Islamika: Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 1–23. https://doi.org/10.28918/jei.v7i1.5218
Parhan, M., Budiyanti, N., Aziz, A. A., Rozak, R. W. A., & Husein, S. M. (2021). Education as an attempt to ward off Islamophobia virus in strengthening nationalism and Indonesian spirituality. Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan, 19(1), 47–52.
Parhan, M. (2016). Pengembangan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan pencapaian ilmu-amaliah dan amal-ilmiah di SMPN 1 Cugenang. Jurnal SosioReligi, 14(1), 30–34.
Purbajati, H. I. (2020). Peran Guru Dalam Membangun Moderasi Beragama di Sekolah. FALASIFA: Jurnal Studi Keislaman, 11(2), 182-194. https://doi.org/10.36835/falasifa.v12i02.569
Putri, D. A., & Handayani, L. (2021). Seni Tradisi sebagai Media Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar. Jurnal Seni dan Pendidikan Seni, 5(1), 78–90.
Quraish Shihab. (2018). Islam yang Saya Pahami: Moderasi, Toleransi, dan Keberagaman. Jakarta: Lentera Hati
Rahmawati, N., & Santoso, D. (2022). “Strategi Pendidikan Multikultural dalam Meningkatkan Sikap Toleransi Siswa.” Jurnal Pendidikan Multikultural, 10(2), 78-91.
Rahmawati, N. (2022). Pendidikan Berbasis Proyek dalam Menanamkan Nilai Kebangsaan pada Siswa Sekolah Menengah. Jurnal Inovasi Kurikulum, 19(1), 54-70.
Rahmawati, I., & Santoso, H. B. (2022). Ruang dialog antaragama dalam pendidikan: Menumbuhkan sikap inklusif siswa. Jurnal Pendidikan Multikultural dan Hak Asasi Manusia, 15(1), 15–26.
Rogers, C. (1983). Freedom to Learn. Columbus: Merrill.
Shihab, M. Q. (2019). Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. Jakarta: Lentera Hati.
Suryani, L. (2020). Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Sikap Toleransi Siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan, 12(2), 89–98.
Susanto, R. (2021). “Integrasi Budaya Lokal dalam Pembelajaran untuk Meningkatkan Kesadaran Keberagaman di Sekolah.” Jurnal Kajian Budaya dan Pendidikan, 9(3), 112-126.
Susanto, H. (2021). Kearifan lokal sebagai penguat pendidikan karakter di era globalisasi. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(3), 356–367.
Suyatno, S., Mardiana, R., & Prasetyo, Z. (2021). Model Pendidikan Inklusif Berbasis Keagamaan dalam Menanamkan Nilai Toleransi. Jurnal Studi Pendidikan Islam, 9(1), 33-47.
Syafruddin, A. (2023). Moderasi Beragama: Pandangan Lukman Hakim Saifuddin terhadap Kehidupan Beragama di Indonesia. Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 23(1), 25–40. Retrieved from https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/islamika/article/view/2375
Syarifudin. (2020). Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal dalam Penguatan Karakter Siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(1), 25–36.
Undang-Undang No 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.
Wahyudi, B. (2021). Efektivitas Pendidikan Moderasi Beragama dalam Meningkatkan Toleransi Siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 122-138.
Yusuf, M., & Nasution, R. (2022). Media Sosial dan Pendidikan Moderasi Beragama: Antara Peluang dan Tantangan. Jurnal Komunikasi Islam, 14(1), 75-90.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Devi Hidayat, Muhamad Parhan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


























Download 